Apa Perbedaan Penggunaan Simple Past dengan Present Perfect?

Jika teman-teman berada pada halaman ini, maka teman-teman tentu ingin mendalami materi tentang tenses. Kali ini Dosen English akan mencoba mengulas perbedaan penggunaan simple past dengan present perfect.

Perbedaan Simple Past Tense dengan Present Perfect Tense - Dosen English
Jenis Kalimat Simple Past Makna Present Perfect Makna
Verbal I knew Andi for 2 years Saya sudah tidak mengetahui keberadaan Andi I have known Andi for 2 years Hingga sekarang, saya masih mengetahui tentang Andi
Nominal She was an English teacher Wanita tersebut bukan lagi guru bahasa Inggris (mungkin sudah pensiun) She has been an English teacher for 2 years Sekarang masih menjadi guru bahasa Inggris

Catatan: Kolom “makna” pada tabel diatas tidak merujuk pada arti kalimat melainkan merujuk pada makna dari kalimat tersebut.

Pada contoh dalam tabel diatas, terlihat bagaimana simple past benar-benar berbeda dengan present perfect. Meskipun kelihatannya serupa, tetapi perbedaannya sangat jelas terlihat.

Sekarang, mari kita review secara singkat kedua tenses yang kita bandingkan dalam artikel ini.

Review Singkat: Simple Past Tense

Simple past tense digunakan untuk menceritakan atau menginformasikan kejadian yang telah terjadi di masa lalu secara “sederhana”. Ciri dari simple past tense adalah jika ia berupa kalimat verbal, maka menggunakan past verb sebagai predikatnya - contohnya “I ate pizza last week”. Sedangkan jika ia berupa kalimat nominal, maka digunakan to be bentuk past sebagai pengganti predikatnya - contohnya “I was a student”.

Review Singkat: Present Perfect Tense

Present perfect tense digunakan untuk menceritakan atau menginformasikan kejadian yang ‘telah dimulai pada masa lalu’ dan kini telah selesai dilakukan - misalnya “She has written the letter” yang kemungkinan artinya adalah wanita tersebut telah memulai menulis surat tadi pagi, siang tadi dia masih menulis surat, dan surat tersebut selesai ditulis pada sore hari. Pada malam harinya, anda menemui seseorang dan bertanya tentang surat. Seseorang yang anda temui tersebut kemudian menjawab “She has written the letter”.

Dalam buku tata bahasa Inggris, present perfect di sebut sebagai jenis tense yang digunakan untuk menceritakan kejadian yang baru-baru ini terjadi atau yang baru saja terjadi - misalnya “I have eaten pizza” yang berarti bahwa kegiatan makan pizza telah dimulai beberapa menit atau jam yang lalu tapi rasa kenyangnya masih terasa hingga sekarang.

Kedua contoh diatas - “She has written the letter” dan “have eaten pizza” merupakan contoh kalimat verbal dari present perfect tense.

Contoh kalimat nominalnya misalnya “He has been a lecturer for 3 years now”.

Untuk lebih lengkapnya, baca artikel Dosen English yang khusus mengulas tentang simple present tense dan present perfect tense.

Contoh Karangan Past Tense SD, SMP, dan SMA

Berikut ini diberikan contoh karangan untuk tugas mata pelajaran bahasa Inggris tentang penggunaan past tense masing-masing untuk tingkat SD, SMP, dan SMA. Disertakan juga penjelasan untuk masing-masing contoh tulisan agar teman-teman sekalian dapat memahami materi dan penggunaan past tense.

Contoh-contoh karangan yang ditulis dalam bentuk past tense dengan tema “Pembelajaran Saat Pandemi Covid-19” berikut ini dimaksudkan untuk menjelaskan bagaimana cara membuat kalimat dengan past tense, bukan untuk jiplak untuk tujuan pekerjaan rumah dan tugas lainnya.

Pengertian dan Fungsi Past Tense

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa past tense merupakan jenis kalimat yang menggunakan kata kerja bentuk kedua (past verb) sebagai predikatnya. Fungsinya adalah untuk menceritakan peristiwa yang telah terjadi dengan bahasa sederhana.

Tips Membuat Kalimat Past Tense

Pada contoh-contoh berikut ini, semua kata yang dicetak tebal diatas merupakan kata kerja lampau (past verb) yang berfungsi sebagai predikat kalimat. Berdasarkan aturan tata bahasa Inggris, untuk menceritakan peristiwa yang telah terjadi, kita harus mengubah predikat kalimat kedalam past verb - contohnya ‘learn’ menjadi ‘learned’ dan ‘is’ menjadi ‘was’.

Meskipun demikian, tidak semua kata berbentuk verb harus diubah melainkan hanya predikatnya saja. Perhatikan contoh berikut.

  • I go to school to learn English and to submit my assignments.

Pada contoh diatas, terdapat 3 kata kerja (verb) - yakni ‘go’, ‘learn’, dan ‘submit’ - namun kalimat tersebut hanya memiliki satu predikat. Jika kalimat diatas diubah kedalam bentuk past tense, maka kalimat tersebut menjadi:

  • I went to school to learn English and to submit my assignments.

Mengapa kata kerja (verb) learn dan submit tidak disebut predikat meskipun keduanya adalah kata kerja? Jawabannya adalah karena pada contoh diatas, learn dan submit merupakan alasan. Jika dijelaskan kedalam bahasa Indonesia, kalimat tersebut akan menjadi “Saya pergi ke sekolah untuk belajar bahasa Inggris dan untuk mengumpulkan tugas-tugas”. Dalam hal ini, jelas bahwa learn (belajar) dan submit (mengumpulkan) adalah alasan dari predikat go (pergi).

Setelah mengetahui pengertian, ciri, dan fungsi past tense, mari kita simak beberapa contohnya.

Contoh Karangan Past Tense Level SD

During Covid-19 quarantine, I and all my friends could only study at home. There was no choice left beside keeping ourselves safe from Coronavirus by staying at home. We learned like usual but the learning was conducted from home in front of computer or laptop or handphone. My mother helped and assisted me in learning everyday. When my teachers gave me homework, my mother helped me finishing all the homework.

During quarantine at home, what I usually did were just reading books and attending the classroom through Zoom Meeting or Google Meet, and played badminton in my backyard with my cousins. After learning, I sometimes helped my mom in the kitchen then watched TV. After that, I sometimes took a bath, took a nap, then played at home with my cousins. At night I sometimes slept earlier because I had to attend online class tomorrow morning except at saturday night. My classes were from Sunday to Saturday. 

It was so sad because I could not play with all my friends during the quarantine. I was also so sad because I could not learn in my lovely classroom at school. But this situation made me have a lot of time with all my family members.

Contoh Karangan Past Tense Level SMP

Covid-19 caused me and all my friends to study at home. The government instructed that there should no any face to face meeting allowed during Covid-19 pandemic. We were all ordered to stay at home because it could be dangerous to be outside. Therefore, I had no classroom except online classroom conducted via Zoom Meeting or Google Meet. I was not the only one. All schools from other countries were also the victims of this pandemic. 

During the quarantine, I completed everything at home. I learned all school subjects at home through online meeting. Sometimes I just played in my backyard with my cousins. My parents did not allow me to go outside.

In the morning, I woke up at 5 then took morning prayers with all my family members. After that, I read some chapters then I prepared myself for online school. In the afternoon, I sometimes played badminton in the backyard. After that, I took a bath then prepared myself for tommorrow classroom. Those were things I usually did during quarantine.

Contoh Karangan Past Tense Level SMA

Since Covid-19 attacked the world, all people, not only Indonesians but also people from all over the world, were ordered to stay at home. Everything should be done at home - working, learning, praying, and everything.

During the quarantine, I studied, from monday to saturday at home through websites and applications or softwares as required by my school. At first, it was so strange that we all could not meet our teachers at school like usual. But it was the fact that we should face - no any physical contact, no gathering, and no crowd.

When the government announced thing called ‘new normal’, people were allowed to go outside their home but schools and universities were still closed for teaching and learning process. In that kind of situation, I completed every tasks and homework at home. In completing my tasks and homework, I was usually helped by my brother and sister.

As usual, I woke up at 5 o’clock in the morning and then doing morning prayers. After that, I prepared myself for the online class. Although all the classes were conducted at home, but I had to wear my school uniform. That was the rule issued by my headmaster.

All classes took place like usual. At noon, I sometimes helped my mother in the kitchen and sometimes I washed my dad’s car. After helping my parents doing some things at home, I sometimes read some books or watched TV. At night, I repeated the lessons I learned. After that, I usually went to bed to take rest.

Sumber-sumber Belajar Bahasa Inggris Akademik

Berikut ini dibahas beberapa sumber belajar bahasa Inggris akademik.

Sumber-sumber Belajar Bahasa Inggris

Internet menyediakan banyak sekali sumber belajar bahasa inggris. Namun tidak semua sumber dapat dikatakan qualified untuk digunakan sebagai sumber belajar. Berikut ini daftar sumber belajar yang disarankan Dosen English.

#1 Membaca Jurnal Ilmiah

Jurnal ilmiah merupakan karya tulis yang ditulis dengan bahasa Inggris akademik dengan tata bahasa yang kecil kemungkinan mengandung kesalahan. Mengapa demikian? Karena penerbitan jurnal harus melewati sekurang-kurangnya 3 pintu - peer review, reviewer, dan editor review. Cara ini telah dibahas pada artikel yang berjudul Belajar Bahasa Inggris Akademik Melalui Jurnal Ilmiah.

#2 Skripsi, Tesis, dan Disertasi

Di zaman teknologi seperti sekarang ini, kita dimungkinkan untuk mendapatkan salinan skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis dalam bahasa Inggris dari kampus-kampus ternama. Teman-teman bisa memanfaatkan Google untuk mencari daftar kampus yang menyediakan salinan skripsi, tesis, dan disertasi secara cuma-cuma dan mengambil beberapa judul yang kira-kira sesuai dengan minat teman-teman.

#3 Membaca eBook

eBook atau electronic book (buku elektronik) merupakan opsi kedua yang disarankan Dosen English. Belajar melalui eBook memang sedikit membutuhkan trik yang bersifat teknis karena banyak eBook yang tidak diterbitkan khusus untuk pelajar bahasa Inggris - kecuali eBook tentang bahasa Inggris tentunya. Meskipun demikian, kita tetap dapat belajar melalui eBook.

Carilah eBook dengan tema atau topik yang teman-teman sukai. Di Internet, terdapat banyak sekali penyedia eBook secara gratis. Dosen English tidak akan memberikan alamat web-nya disini karena alasan etika. Jika teman-teman berminat, silahkan hubungi Dosen English.

#4 Browsing Website

Website juga merupakan media yang baik untuk digunakan dalam belajar bahasa Inggris akademik. Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua website menyajikan konten-konten akademik. Teman-teman perlu mengetahui kriteria atau ciri-ciri website yang menyajikan konten akademik. Untuk lebih mudahnya, silahkan browsing website resmi kampus-kampus di Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, Selandia Baru atau kampus-kampus dari negara-negara berbahasa Inggris lainnya.

Penting: Tips Memilih Bacaan

Membaca apa saja itu lebih bagus dibanding tidak membaca sama sekali. Namun, membaca perlu trik teknis - yakni memilih bacaan yang levelnya sedikit diatas level kita. Bagaimana cara menentukannya? Baca keseluruhan teks dan ukurlah seberapa banyak poin yang bisa teman-teman pahami. Jika berada pada kisaran 70%, maka itu merupakan bacaan yang pas untuk teman-teman.

Jika teman-teman mampu memahami keseluruhan isi bacaan, maka bisa kita simpulkan bahwa hampir tidak ada proses belajar disitu. Sekali lagi, pilihlah bacaan yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. 


Tingkat/Derajat “Keseringan” dari Adverb of Frequency

Berikut ini dijelaskan derajat atau tingkat keseringan dari adverb of frequency. Adverb of frequency sendiri digunakan untuk menjelaskan seberapa seringnya sesuatu dilakukan.

Urutan teratas merupakan adverb katau kata keterangan yang frekuensinya paling tinggi atau paling sering. Sementara urutan terbawah merupakan adverb yang frekuensinya tidak pernah sama sekali.

Adverb of Frequency - Dosen English
Always Selalu
Constantly Selalu
Nearly always Hampir selalu
Almost always Hampir selalu
Usually Biasanya
Generally Umumnya
Normally Normalnya (biasanya)
Regularly Secara teratur
Often Sering
Frequently Sering
Sometimes Kadang-kadang
Periodically Secara berkala
Occasionally Pada setiap kesempatan
Now and then Sekarang dan nanti
Once in a wahile Sesekali
Rarely Jarang
Seldom Jarang
Infrequently Jarang
Hardly ever Hampir tidak pernah
Scarcely ever Jarang sekali
Almost never Nyaris tidak pernah
Never Tidak pernah

Letak Adverb of Frequency

Adverb of frequency dapat diletakkan pada awal kalimat, setelah subjek kalimat, dan dapat pula diletakkan pada akhir kalimat - tergantung dari adverb frequency yang digunakan.

Contoh Adverb of Frequency pada Awal Kalimat

Adverb of frequency biasanya letakkan diawal kalimat dalam kalimat perintah (command).

  • Always keep youself safe
  • Always arrive early for examination

Untuk tambahan, dua contoh kalimat berikut diambil dari baris sebuah lagu dari band asal Amerika Serikat, Green Day.

  • Sometimes I give myself the creep
  • Sometimes my mind plays tricks on me

Contoh Adverb of Frequency setelah Subject

  • I usually read a book in the morning and at night
  • I sometimes watch TV at night
  • I never play online game because I do not like it

Contoh Adverb of Frequency pada Akhir Kalimat

  • She likes reading book sometimes
  • He goes out occasionally


Present Participle vs Gerunds

Present participle dan gerunds merupakan dua hal yang sama secara struktur penulisan namun berbeda dalam hal fungsi. Present participle dapat menjadi kata sifat serta dapat pula menjadi kata kerja khususnya dalam kalimat dengan aspect continuous/progressive dan perfect continuous. Lain halnya dengan gerunds yang secara fungsi merupakan kata benda.

Present Participle

Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya bahwa present participle dapat mengisi posisi kata sifat dan kata kerja. Ketika present participle menjadi kata sifat, maka present participle haruslah diikuti oleh noun (kata benda) yang disifatinya. Sementara dalam posisinya sebagai kata kerja, present participle dapat muncul didalam kalimat dengan aspect progressive/continuous serta aspect perfect continuous. Jika dalam aspect continuous/progressive, present participle memberi arti “sedang” dengan makna peristiwa atau kegiatan yang dimaksud “masih sedang berlangsung” atau “masih dalam proses”.

Gerunds

Gerunds, secara sederhana, dapat diartikan sebagai kata kerja yang dibendakan. Maksudnya, gerunds seyogianya merupakan sebgah kata kerja namun ia berfungsi sebagai kata benda. Bentuknya sama persis dengan present participle - yakni kata kerja dasar diikuti oleh -ing.

Mengingat gerund - secara struktural - berfungsi sebagai kata kerja, maka gerund dapat mengisi posisi subjek dan objek dalam kalimat.

Contoh Present Participle & Gerund

Berikut ini merupakan contoh penggunaan present participle dan gerund. Diharapkan teman-teman sekalian dapat memahami perbedaan diantara keduanya dari tabel berikut ini.

Present Participle
Gerund
Sebagai Kata Sifat
Sebagai Verb
That waiting room is my favourite place to wait I am waiting my lecturer Waiting is the thing I mostly hate
I have read that interesting book I am reading a book Reading is my hobby
My uncle is the pilot of that flying plane My uncle is flying a plane now My uncle quit flying a plane because he got a new job
No running water in this area The water is running to this area Running is dangerous at night
Walking dead is unreal She is now walking to the classroom Walking 30 minutes in the morning is recommended by medical officer

Penjelasan Sintaksis

Berikut ini penjelasan sintaksis dari contoh pertama pada tabel diatas. Perlu teman-teman ketahui bahwa susunan kata dapat dikatakan sebagai kalimat jika setidak-tidaknya mengandung subjek dan predikat. Dengan kata lain, kalimat adalah susunan kata yang setidak-tidaknya mengandung subjek dan predikat.

Present Participle sebagai Adjective

Perhatikan pada baris "present participle sebagai kata sifat" pada tabel diatas. Kata yang dicetak tebal berwarna hitam adalah contoh dari present participle sebagai kata sifat (adjective) sementara kata yang dicetak tebal berwarna merah merupakan kata benda (noun) yang disifati atau yang dijelaskan oleh kata sifat (adjective) tersebut.

Pada contoh pertama diatas, 'waiting' berfungsi sebagai kata sifat (adjective) yang menjelaskan kata benda (noun) 'room' - yang berarti 'ruang tunggu'. Salah satu ciri dari kata sifat adalah tidak dapat berdiri sendiri. Untuk menguji apakah 'waiting' merupakan adjective atau bukan, silahkan hilangkan noun-nya (dalam hal ini 'room'). Maka kita dapatkan kalimat 'the waiting is my favourite place to wait'. Kalimat tersebut menjadi tidak bermakna karena tidak memiliki subjek. Dengan kata lain, susunan kata tersebut belum memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai sebuah kalimat.

Catatan: kalimat 'the waiting is my favourite place to wait' bisa benar secara struktural jika 'the waiting' dalam hal ini merupakan nama sebuah tempat atau lokasi - misalnya "kedai kopi the waiting", "cafe the waiting", atau nama tempat lainnya. Jika demikian, maka 'the waiting' dalam hal ini merupakan sebuah noun (kata benda) yang berposisi sebagai subjek sementara 'is' merupakan predikatnya.

Sekarang, mari kita coba hilangkan adjective-nya. Kita dapatkan 'that room is my favourite place to wait'. Kalimat ini benar secara struktural karena telah memiliki subjek yang berupa kata benda (that room) dan predikat berupa 'to be' (is). secara sintaksis, kita dapatkan 'waiting room' sebagai subjek dan 'is' sebagai predikat. sampai disini, susunan kata pada contoh tersebut telah memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai sebuah kalimat.

Present Participle sebagai Verb

Pada contoh present participle sebagai kata kerja, dapat dijabarkan secara sintaksis 'I' sebagai subjek kalimat dan 'am waiting' sebagai predikatnya. Sampai disini, susunan kata pada contoh tersebut telah memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai sebuah kalimat.

Present Participle sebagai gerund

Berbeda halnya dengan penjelasan pada contoh gerund - seperti yang terlihat pada tabel diatas, 'waiting' dapat berdiri sendiri karena sejatinya ia bukan merupakan kata sifat maupun kata kerja melainkan berfungsi sebagai kata benda. Jika kita jabarkan kedalam sintaksis kalimat, maka kita peroleh 'waiting' sebagai subjek kalimat dan 'is' sebagai predikat. sampai disini, susunan kata pada contoh tersebut telah memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai sebuah kalimat.

Belajar Bahasa Inggris Melalui Film?

Banyak yang menyarankan bahwa cara terbaik untuk belajar atau menguasai bahasa Inggris adalah dengan banyak-banyak menonton film. Mengapa Dosen English kurang sependapat?

Film berbahasa Inggris yang adegan-adegannya dilakoni oleh penutur asli bahasa Inggris memang sangat menjanjikan untuk dijadikan sebagai media untuk belajar bahasa Inggris. Namun, terdapat beberapa alasan (yang bersifat sangat subjektif) yang membuat belajar melalui film tidak dianjurkan (sekali lagi, ini adalah pendapat yang sangat subjektif).

Kebanyakan Menggunakan Bahasa Informal

Dalam kebanyakan film, bahasa Inggris yang digunakan adalah bahasa informal atau bahasa sehari-hari. Hal ini bagus karena kita sangat berpotensi untuk mendapatkan banyak input - yang berdasarkan artikel sebelumnya - dikatakan sangat dibutuhkan oleh pelajar bahasa Inggris.

Di Indonesia, bahasa Inggris yang diakui sebagai bahasa Inggris yang bagus dan berkelas adalah bahasa Inggris yang benar secara tata bahasa dan berterima secara pragmatis. Dalam film, anda akan menjumpai bahasa Inggris sehari-hari yang tentu tidak akan diterima oleh guru atu dosen anda. Berikut beberapa contoh ungkapan bahasa Inggris sehari-hari yang biasanya digunakan dalam film.

Informal vs Formal English - Dosen English
Informal Asal Kata Formal
I wanna learn English Want to I want to learn English
You get outta here Out of You get out of here
I give ‘em books Them I give them books
You gotta be careful Have got to You have got to be careful
You gotta driving license Have got a You have got a driving license

Kecepatan Berbicara

Untuk melatih kepekaan pendengaran kita terhadap input suara dalam bahasa Inggris, menonton film adalah media yang tepat. Namun, bagi orang Indonesia, tetap saja kecepatan berbicara aktris dan aktor dalam film terlalu cepat untuk kita cerna. Demikian halnya karena terjadi proses yang rumit didalam otak kita saat kita menerima input - kita dituntut untuk mampu menangkap input bahasa Inggris yang diujarkan aktris dan aktor dan disaat yang sama, kita juga harus men-translate kalimat-kalimat tersebut kedalam bahasa Indonesia terlebih dahulu, lalu di-translate lagi kedalam bahasa yang sehari-hari kita (bahasa daerah masing-masing).

Hal tersebut tentu saja akan membuat otak kita kewalahan dalam memproses input yang masuk. Hasilnya, alih-alih mendapatkan input, pada akhir film, kita baru sadar bahwa kita bahkan tidak belajar sama sekali dari film yang kita tonton.

Metode ini tidak dianjurkan untuk pelajar pemula. Jika anda telah berada pada level lower-advance, mungkin cara ini (belajar bahasa Inggris melalui film) bisa menjadi tantangan baru yang patut anda coba.

Kesimpulan

Belajar bahasa Inggris melalui film tentu saja bagus. Namun, perlu diperhatikan bahwa input yang tidak atua kurang sesuai dengan level kita hanya akan membuat proses pembelajaran terasa menjadi semakin sulit. Jika hal ini berlangsung secara terus-menerus, dikhawatirkan teman-teman akan menganggap bahasa Inggris sebagai mata pelajaran yang sulit karena anda merasa telah banyak menghabiskan waktu untuk belajar, namun anda tak kunjung mampu mempraktekkan hasil belajar anda.

Berdasarkan teori akuisisi dan pembelajaran bahasa Inggris, Stephen D. Krashen menyarankan pembelajaran yang menantang. Maksud dari menantang disini adalah menerima input atau masukan dengan model yang dikenal dengan istilah “i+1” yang berarti bahwa pelajar dapat dikatakan belajar ketika ia mempelajari materi satu tingkat diatas level mereka saat itu.

Jika teman-teman memaksakan diri untuk mempelajari sesuatu yang levelnya jauh diatas level teman-teman, maka sudah barang tentu materi tersebut akan terasa sangat sulit dipahami. Namun jika teman-teman sudah memahami dasar-dasar bahasa Inggris, belajar bahasa Inggris melalui film sangat disarankan karena hal tersebut kaya, bahkan sangat kaya, akan input.

Nominal Sentence dan Verbal Sentence Bahasa Inggris

Kalimat nominal dan kalimat verbal adalah dua jenis kalimat yang berbeda. Disini, Dosen English akan mengulas tentang keduanya.

Kalimat Nominal

Kalimat nominal, secara sederhana, merupakan jenis kalimat yang predikatnya bukan berupa kata kerja (verb). Mengingat syarat susunan kata dapat dikatakan sebagai kalimat, maka predikat dalam kalimat nominal diisi oleh kata bantu yang diambil dari be. Berikut beberapa contohnya.

Contoh Kalimat Nominal - Dosen English
Nominal Sentence Arti
I am a student Saya adalah seorang pelajar
You are handsome Kamu tampan
She is beautiful Dia cantik
It is English grammar book Ini adalah buku tata bahasa Inggris
They were hereMereka (tadi) disini
I will be okay Saya akan baik-baik saja

Perlu diketahui bahwa dalam nominal sentence, to be yang digunakan dapat berbentuk past, present, dan juga future tense. Jika dalam bentuk past, maka was atau were digunakan - tergantung subjek kalimatnya. Jika dalam bentuk present, maka am, are, atau is yang digunakan - juga tergantung subjek kalimatnya. Sementara jika dalam bentuk future, maka will be digunakan untuk semua subjek.

Kalimat Verbal

Sesuai istilahnya, kalimat verbal berarti kalimat yang predikatnya berupa kata kerja (verb). Berikut beberapa contohnya.

Contoh Kalimat Verbal - Dosen English
Verbal Sentence Arti
I learn English Saya belajar bahasa Inggris
She learns Indonesian Dia belajar bahasa Indonesia
She carries the bookDia membawa buku tersebut
He is riding motorcycle Dia sedang mengendarai motor
They were learning Indonesian Mereka (dulu) sedang belajar bahasa Indonesia
He will be learning Indonesian Dia akan sedang belajar bahasa Indonesia

Kalimat verbal juga dapat muncul dalam bentuk past, present, dan juga future. Jika kalimat verbal muncul dalam bentuk past, maka digunakan past verb atau yang biasa disebut dengan istilah “verb 2” atau “V2”; jika kalimat verbal muncul dalam bentuk present, maka digunakan bare infinitive atau verb tanpa to yang bentuknya tergantung subjeknya - jika subjeknya orang pertama dan orang kedua, maka kita bisa menggunakan bare infinitive apapun yang diberi kode (“v”- singkatan dari verb) didalam kamus namun jika subjeknya berupa orang ketiga tunggal (he, she, atau it), maka bare infinitive-nya harus ditambahkan akhiran ‘-s’ atau ‘-es’ (perhatikan contoh pada baris ke-2 dan ke-3). Jika berbentuk future, maka digunakan will yang diikuti oleh bare infinitive atau will be yang diikuti oleh present participle (verb -ing).

Mengenal Non-Continuous Verb

Didalam bahasa Inggris, dikenal istilah non-continuous verb - yakni jenis verb atau kata kerja yang tidak dapat muncul dalam bentuk progressive atau continuous.

Seperti yang telah kita ketahui bersama, terdapat jenis kalimat dengan bentuk continuous. Keempat jenis kalimat tersebut adalah past continuous, present continuous, dan future continuous. Berikut ulasan singkat masing-masing bentuk continuous tersebut.

Continuous Verb: Past Continuous

Past continuous digunakan untuk menceritakan kejadian atau peristiwa yang masih sedang berlangsung atau masih sedang dalam proses dimasa lalu saat peristiwa/kegiatan/aktivitas lainnya terjadi. Dalam menjelaskan tense ini, biasanya anda akan menemukan tense ini disandingkan dengan simple past tense dalam banyak buku grammar. Beberapa contoh dari tense past continuous adalah sebagai berikut.

  • I was sleeping when you phoned me last night
  • I came to his house when he was watching TV
Kata tercetak tebal-miring diatas adalah contoh dari tense past continuous - kegiatan/peristiwa/aktivitas yang sedang berlangsung di masa lalu saat sesuatu yang lain terjadi.

Continuous Verb: Present Continuous

Demikian halnya dengan present continuous. Definis aspect continuousnya sama persis, bedanya, tense ini terjadi pada konteks waktu sekarang (present). Katakanlah 1 menit yang lalu anda mulai membaca artikel ini dan saat ini (detik ini juga) anda masih membacanya, maka penggunaan aspek present continuous telah memenuhi syarat untuk anda gunakan. Berikut contoh bahasa Inggrisnya.

  • I am writing an article for readers of Dosen English

Continuous Verb: Future Continuous

Definisi untuk aspect continuous tetap berlaku pada tense future continuous. Bedanya, lagi-lagi pada waktunya. Jika past penekananya pada masa lalu, present pada masa sekarang, future pada masa depan atau masa yang akan datang (belum terjadi). Jadi, future continuous digunakan untuk menceritakan peristiwa/kejadian/kegiatan yang “akan sedang” terjadi dimasa depan.

Untuk contohnya, katakanlah besok anda berkomitmen untuk membaca artikel Dosen English pada pukul 9 malam. Maka bisa dikatakan bahwa “besok pukul 9.01 anda akan sedang membaca artikel Dosen English”. Berikut contohnya dalam bahasa Inggris.

  • I will be reading article on www.dosenenglish.my.id tomorrow

Sekarang kita masuk pada inti pembahasan tentang non-continuous verb.

Non-Continuous Verb

Setelah memahami tentang continuous verb, maka secara sederhana, non-continuous verb merupakan kebalikan dari continuous verb. Beberapa 

Jika continuous verb merujuk pada kelompok kata kerja yang dapat diubah kedalam bentuk continuous (dengan formula: to be + present participle), maka tidak demikian halnya dengan non-continuous verb. Pengelompokan kata kerja yang didak bisa di-continuous-kan antara lain:

Emotion Verbs - Kata Kerja (yang berkaitan dengan) Emosi

Emotion verb secara sederhana merujuk pada jenis kata kerja yang menyatakan emosi atau perasaan seperti to like, to dislike, to love, to hate, to fear, to mind, dan sebagainya.

Abstract Verbs - Kata Kerja Abstrak

Abstract verb merujuk pada jenis atau kelompk kata kerja yang bersifat abstrak atau tidak nyata atau tidak kongkrit seperti to be, to want, to cost, to seem, to need, to care, to contain, to owe, to exist, dan lain sebagainya.

Possession Verbs - Kata Kerja Kepemilikan

Kelompok kata kerja ini merujuk pada kata kerja yang berkenaan dengan kepemilikan seperti to possess, to own, to belong, dan lain sebagainya.

Setelah memahami makna dari non-continuous verb, maka berdasarkan definisi dan ciri-ciri non-continuous verb, kita tidak bisa menuliskan kalimat dengan pola to be + present participle untuk kelompok kata kerja tersebut diatas (non-continuous verb), misalnya.

  • I am liking learning English
  • I am loving learning English
  • Dan sebagainya

Contoh kalimat diatas dianggap salah secara grammatikal dan secara kontekstual karena seseorang dianggap tidak bisa “sedang menyukai”, “sedang menginginkan”, atau “sedang memiliki” sesuatu.

Perlu diingat bahwa jika hal tersebut bisa terjadi didalam budaya Indonesia, maka tidak dalam budaya negara-negara berbahasa Inggris.

Kasus Khusus

Apa yang terjadi saat anda “sedang menyukai” sebenarnya hanyalah sebatas “suka” saja - tanpa sedang mengingat “sedang” dalam hal ini bermakna “sedang dalam proses”. Jikapun terdapat kalimat dengan pola continuous dimana present participle-nya diambil dari daftar kata kerja non-continuous, maka makna dari kalimat tersebut bukanlah bermakna “sedang dalam proses” seperti yang telah dijelaskan dalam pembahasan tentang aspect continuous. Misalnya:

Contoh Makna
I’m loving it Suka atau cinta dalam hal ini bersifat sementara waktu. Besok bisa jadi tidak suka atau tidak cinta lagi lau besoknya suka atau cinta lagi.

Contoh Implementasi Pembelajaran Bahasa Inggris Akademik secara Mandiri Melalui Jurnal Ilmiah

Setelah membahas tentang “belajar bahasa Inggris akademik melalui jurnal”, kali ini Dosen English akan memberikan contoh nyata terkait bagaimana seharusnya dan sebaiknya jurnal akademik kita gunakan untuk belajar bahasa Inggris akademik.

Jurnal yang akan kita ambil sebagai contoh adalah jurnal yang ditulis oleh Herbein, et.al., dengan judul “Putting a Speech Training Program Into Practice: Its Implementation and Effects on Elementary School Children’s Public Speaking Skills and Levels of Speech Anxiety”, diterbitkan tahun 2018 oleh Contemporary Educational Psychology dengan digital object identifier (DOI) 10.1016/j.cedpsych.2018.09.003.

Abstrak Jurnal

Successfully putting an intervention into widespread practice requires - in addition to an effective intervention - an effective implementation. On the basis of the repeated demand for public speaking promotion programs for elementary school children, a corresponding multicomponent training program was recently developed as part of an extracurricular enrichment program for talented children in Germany. The instructional goals were to promote the children’s ability to appropriately use public speaking skills and to decrease their speech anxiety. The program was previously evaluated in an efficacy study with positive treatment effects. Herein, we conducted an effectiveness study in which the effects of the speech training program were replicated after it was put into practice (i.e., offered by several instructors). Specifically, 61 children and eight trained course instructors participated in the study, which used a randomized wait-list control group design with repeated measures. We assessed the effects of the training program on students’ public speaking performance (i.e., their ability to appropriately apply nonverbal–visual, nonverbal–auditory, organizational, and language use skills) with video ratings. We evaluated speech anxiety with self-reports. We found positive treatment effects for both organizational public speaking skills and speech anxiety. Thus, the findings revealed that the intervention was partly successful when put into practice. The results of this effectiveness study are compared and discussed with those from the previous efficacy study.

Keywords: implementation fidelity, public speaking, randomized controlled trials, speech anxiety, video ratings

Fokus Pembelajaran

Agar pembelajaran lebih tersistematis dan terarah, teman-teman diwajibkan untuk menuliskan (jika bisa) fokus pembelajaran. Fokus pembelajaran sendiri merupakan target yang teman-teman harapkan dari kegiatan membaca ini. Pada contoh kali ini, target atau fokus pembelajaran kita adalah:

  • Menganalisis subject dan predikat dari masing-masing kalimat; dan
  • Menganalisis tenses.

Contoh Implementasi

Pertama-tama, teman-teman harus membaca keseluruhan abstrak yang disajikan diatas. Tidak perlu tergesa-gesa dalam membaca. Kali ini, kita akan membaca perlahan dengan fokus pada subjek dan predikat pada masing-masing kalimat. Setelahnya teman-teman baca ulang abstrak tersebut lalu menganalisis penggunaan tensesnya.

Analisis Subjek, Predikat, dan Tense Kalimat Pertama

  • Kalimat pertama: Successfully putting an intervention into widespread practice requires - in addition to an effective intervention - an effective implementation
  • Subjek kalimat: Successfully putting an intervention into widespread practice
  • Predikat kalimat: requires
  • Objek kalimat: an effective implementation
  • Tense: simple present tense

Penjelasan Kalimat Pertama

Subjek kalimat - successfully putting an intervention into widespread practice - merupakan subjek orang ketiga tunggal yang sinonim dengan ‘it’ sehingga predikat yang tepat, berdasarkan aturan tata bahasa Inggris, adalah “requires” - mendapatkan akhiran ‘-s’ karena subjeknya berupa orang ketiga tunggal. Tense yang digunakan adalah simple present tense - ditandai dari penggunaan predikat ‘requires’.

Analisis Subjek, Predikat, dan Tense Kalimat Kedua

  • Kalimat kedua: On the basis of the repeated demand for public speaking promotion programs for elementary school children, a corresponding multicomponent training program was recently developed as part of an extracurricular enrichment program for talented children in Germany.
  • Subjek kalimat: a corresponding multicomponent training program
  • Predikat kalimat: was (recently) developed
  • Tense: simple past tense

Penjelasan Kalimat Kedua

Kalimat dimulai dengan “on the basis of the repeated demand for publik speaking promotion programs for elementary school children” yang merupakan keterangan kalimat. Subjek kalimat adalah “a corresponding multicomponent training program” yang merupakan orang ketiga tunggal yang sinonim dengan ‘it’. Predikat pada kalimat ini adalah “was developed” yang berbentuk kalimat pasif (dibentuk dengan formula ‘be + past participle’). Tense yang digunakan adalah past tense yang ditandai dengan penggunaan be ‘was’. Demikian halnya karena pengembangan (was developed) dilakukan di masa lalu.

Kesimpulan

Demikianlah salah satu cara atau metode belajar bahasa Inggris mandiri melalui jurnal aademik. Diharapkan dari pembelajaran mandiri seperti ini, teman-teman dapat meningkatkan kosakata akademik, pemahaman tentang penggunaan subjek dan predikat yang merupakan unsur wajib dalam sebuah kalimat, serta pemahaman tentang penggunaan tenses secara kontekstual.

Could Have + Past Participle

Pernahkah anda menemukan kalimat dengan struktur yang serupa dengan judul diatas? Jika ya, maka kemungkinan kalimat tersebut menerangkan tentang kemungkinan yang dapat dilakukan seseorang pada masa lalu tetapi pada saat itu ia tidak melakukannya atau tebakan/dugaan tentang sesuatu yang akan terjadi dimasa lalu.

Berikut ini beberapa contoh kalimat dengan pola could have yang diikuti dengan past participle 

Contoh Makna
I could have bought the book but I decided to save my money Saya memiliki cukup uang untuk membeli buku (di masa lalu) tetapi saya tidak membelinya
I could have stayed up late last night but I did not because I wanted to do my homework Semalam saya bisa saja begadang tetapi saya tidak begadang
He could have worked harder but he did not want to exhaust his energy so that he was fired Dia bisa/mampu bekerja tapi dia memilih untuk tidak bekerja keras
I could have finished my college this year but I wanted to focus on my work Saya mampu/bisa menyelesaikan kuliah saya, tapi tidak saya lakukan karena saya memilih bekerja

Seperti yang telah dijelaskan pada paragraf pembuka diatas, could have + past participle juga digunakan untuk menebak sesuatu yang terjadi di masa lalu. Dalam kasus ini, pengujar dalam posisi tidak tahu apakah yang ia katakan itu benar atau tidak - ia hanya sekadar berbicara tentang pendapatnya tentang apa yang mungkin terjadi. Berikut beberapa contohnya.

Contoh Makna
Andi did not come tho the class yesterday. He could have overslept. Andi tidak masuk kelas kemarin. Mungkin dia tertidur.

Selain could have + past participle, terdapat pula variasi couldn’t have + past participle yang digunakan untuk menjelaskan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di masa lalu, bahkan jika anda ingin melakukannya. Berikut beberapa contohnya.

Contoh Makna
I could not have met him. His plane had flight before I came. Saya tidak mungkin bisa menemuinya lagi saat itu
I could not have bought the book because it had been sold out Saya tidak mungkin lagi bisa membeli buku tersebut karena sudah habis terjual
I could not have submitted my homework. The deadline was yesterday. Saya tidak mungkin lagi bisa mengumpulkan tugas karena tenggatnya kemarin

Demikianlah pembahasan tentang penggunaan could have + past participle.

Belajar Bahasa Inggris Melalui Podcast. Bagaimana Caranya?

Podcast adalah salah satu cara seru belajar bahasa Inggris. Poin ini telah tersirat disebutkan pada artikel yang berjudul “5 cara seru belajar bahasa Inggris”. Telah sekira 2 tahun terakhir ini Dosen English rutin mendengarkan podcast berbahasa Inggris. Bagaimana rasanya?

Persis sama seperti ketika kita mendengarkan radio, podcast juga hanya menyajikan konten berupa suara. Bedanya, kita dapat memilih episode podcast yang kita inginkan. Selain itu, kita juga bebas mengulangnya kapanpun kita mau.

Hal tersebut memberikan kemudahan dalam belajar. Jika dulunya kita semua hanya bisa belajar bahasa Inggris dari guru yang bukan orang Inggris, Amerika, atau Australia dengan aksen Indonesia, kini kita bisa mendengarkan penutur asli bahasa Inggris melalui podcast.

Seperti yang telah jamak diketahui bahwa input memegang peranan yang sangat penting dalam menunjang output. Logikanya, seseorang mustahil dapat melakukan output (speaking & writing) jika tidak atau kurang input (listening & reading). Berkenaan dengan hal ini, input yang terbaik tentu saja input dari penutur asli bahasa Inggris, bukan begitu?!

Di podcast, terdapat beberapa channel yang dapat teman-teman ikuti (subscribe). Diantaranya adalah:

All Ears English

Channel ini tersedia di hampir semua, jika bukan semua, aplikasi penyalur podcast seperti Spotify, Apple Podcast, Google Podcast, Podbean, Podtail, dan masih banyak lagi. Konten yang disajikan kebanyakan bermain pada wilayah academic English namun terdapat pula konten-konten lain seperti grammar, pronunciation, dan masih banyak lainnya.

All Ears English podcast dipandu oleh dua hosts dengan aksen American. Jika teman-teman ingin mendalami pronunciation khas Amerika, All Ears English sangat dianjurkan untuk didengarkan.

Luke’s English Podcast

Bersama host dengan aksen British yang kental, Luke telah memberikan banyak sekali pelajaran bahasa Inggris pada channel podcastnya. Total telah ribuan episode yang ia publish pada channelnya. Materi yang ia sajikan tidak sespesifik All Ears English. Meskipun demikian, channel Luke’s English Podcast tetap menjadi salah satu channel wajib untuk teman-teman dengarkan.

Culips English Podcast

Channel podcast ini banyak membahas tentang penggunaan bahasa Inggris praktis. Meskipun episode-episode yang dipublish tergolong singkat - kebanyakan dibawah 10 menit - namun channel ini tetap recommended untuk didengarkan.

Lantas, bagaimana cara belajar melalui podcast?

Fokus pada Pronunciation & Listening

Sangat sulit belajar tata bahasa Inggris yang dijelaskan dengan bahasa Inggris. Jika grammar adalah target teman-teman, maka Dosen English tidak menyarankan teman-teman sekalian untuk belajar melalui podcast yang dipandu oleh native speaker of English. 

Demikian halnya karena pembelajaran materi teknis seperti grammar akan jauh lebih efektif jika dilakukan dengan membaca sendiri atau dengan bimbingan guru/tentor yang menjelaskan dengan bahasa Indonesia. 

Jika podcast menjadi pilihan teman-teman untuk belajar, maka Dosen English menyarankan untuk fokus pada pronunciation dan listening saja. Demikian halnya karena sumber input (pronunciation dan listening) yang terbaik tentunya dari native speakers. Hal inilah yang tidak akan teman-teman dapatkan dari tentor/guru/dosen bahasa Inggris di Indonesia - kecuali jika pengajar anda adalah native speaker.

Baca Transcript

Channel podcast yang dikelola oleh profesional pasti memiliki laman web yang menyediakan transkrip dari tiap-tiap episodenya. 

Teman-teman dapat memanfaatkan sumber daya tersebut untuk menguji kemampuan mendengar teman-teman sekalian dengan pertama mendengarkan episode tanpa transkrip lalu mendengarkan ulang sambil membaca transkrip dengan tujuan untuk mencocokkan apa yang teman-teman dengarkan dengan apa yang sebenarnya dikatakan oleh host.

Pada awalnya hal ini akan sedikit, mungkin sangat, sulit untuk dilakukan. Namun seiring berjalannya waktu, teman-teman akan terbiasa. Perlu teman-teman ketahui, dalam dunia pembelajaran bahasa, teori behavioris menjelaskan bahwa semakin intens kontak seseorang dengan bahasa target, maka semakin besar pula kesempatan orang tersebut untuk familiar dengan bahasa target.

Terdapat pula istilah “input - intake - output” dimana input adalah semua yang masuk, intake adalah semua yang tinggal di memori, dan output adalah apa yang bisa kita produksi - dalam hal ini writing dan speaking.

Secara matematis, semakin besar input, maka semakin besar pula intake. Semakin besar intake, maka potensi output akan semakin besar pula. Intinya, anda tidak akan bisa meng-‘output’ sesuatu yang tidak pernah anda terima. Sederhananya, writing dan speaking tergantung dari listening dan reading.

Praktek

Ini adalah poin terakhir yang paling penting. Banyak input tanpa praktek sama dengan percuma. Tanpa praktek, pembelajaran teman-teman tentu akan sia-sia. Berkenaan dengan hal ini, teman-teman bisa memulainya dengan menerapkan teknik imitation atau imitasi - dalam hal ini menirukan bagaimana host berbicara. Disitu teman-teman bisa meniru pelafalan dan intonasi. Setelah itu, latihlah berulang-ulang hingga lidah teman-teman cukup terbiasa hingga akhirnya teman-teman bisa lancar berbicara.


Latihan Speaking untuk Pemalu & Introvert

Siapa bilang speaking sulit bagi orang-orang dengan karakteristik pemalu? Berikut ini latihan speaking untuk para pemalu dan introvert.

Cermin

Anda yang senang menyendiri di kamar dapat memanfaatkan kesendirian anda dengan berlatih berbicara dalam bahasa Inggris didepan cermin. Hal ini adalah teknik yang beberapa teman masa mahasiswa dulu lakukan. 

Kebanyakan waktu mereka habis didalam kamar. Hal tersebut mereka manfaatkan dengan membuat satu atau dua topik yang kemudian mereka bahas didepan cermin.

Berkendara

Sembari menyetir mobil atau mengendarai motor/sepeda, teman-teman yang pemalu dan introvert dapat memanfaatkan waktu ini untuk melatih kemampuan speaking. Ini adalah teknik yang sangat sering Dosen English praktekkan.

Biasanya, setelah mendengarkan beberapa episode podcast, Dosen English mencatat atau mengingat beberapa ungkapan (idiom, frasa, dan klausa) yang menarik dari episode-episode podcast yang Dosen English dengarkan. Berikut ini beberapa diantara ungkapan tersebut.

English Indonesian
Better late than never Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali
What are you up to? Kamu hendak kemana?
Get your act together Jika tidak serius, tinggalkan
Call it a day Berhenti mengerjakan sesuatu
Hang in there Jangan menyerah

Secara teknis, Dosen English biasanya hanya mendeskripsikan apa yang terlihat dalam perjalanan. Misalnya, ketika ada kendaraan yang memutar balik, Dosen English mengatakan “the driver takes the U-turn” atau mengatakan “better late than never” saat menjumpai orang belajar mengemudikan kendaraan.

Media Sosial

Cara ini juga sering Dosen English praktekkan. Diluar sana, terdapat banyak sekali pelajar bahasa Inggris. Hal ini Dosen English manfaatkan dengan mencari ID media sosial mereka dan menghubungi mereka melalui media sosial. Dahulu, Skype adalah media favorit Dosen English. Hingga sekarang pelajar bahasa Inggris dari seluruh dunia masih memanfaatkan Skype untuk belajar. Cara menemukan mereka juga sangatlah mudah. Cukup mengakses laman speaking24.com, cari beberapa orang yang tepat yang meninggalkan jejak ID Skype mereka disana, dan mulailah berkomunikasi dengan mereka. Saran dari Dosen English, pilihlah yang selevel dengan anda. Secara teknis, teman-teman dapat menghubungi mereka melalui panggilan suara saja.

Belajar Bahasa Inggris Akademik Melalui Jurnal

Mengingat pentingnya bahasa Inggris untuk tujuan akademik, pada tulisan kali ini Dosen English akan memperkenalkan sebuah metode mempelajari bahasa Inggris akademik dengan menggunakan jurnal sebagai authentic material.

Mengapa Harus Jurnal?

Jurnal adalah sebuah karya tulis akademik. Menerbitkannya membutuhkan proses yang panjang. Jurnal yang diajukan untuk diterbitkan harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu. Beberapa diantaranya adalah harus sistemik, ditulis dengan tata bahasa yang benar, dan relevan dengan zaman.

Hal tersebut membuat jurnal sangat layak untuk dijadikan sebagai materi untuk membantu kita dalam mengakusisi bahasa Inggris akademik.

Struktur Jurnal

Secara struktur, sebuah jurnal dimulai dengan abstrak yang terdiri dari 250 kata. Abstrak harus mencakup keseluruhan isi jurnal karena tujuan dari adanya abstrak adalah untuk menggambarkan seluruh isi jurnal. Selanjutnya bagian introduction yang mencakup latar belakang penelitian, review of literature yang berisi tentang teori-teori yang digunakan dalam penelitian, methodology yang berisi tentang metode ilmiah yang digunakan dalam penelitian, result and discussion yang menginformasikan temuan penelitian serta relevansinya dengan penelitian-penelitian sebelumnya, dan diakhiri dengan conclusion atau kesimpulan.

Metode

Untuk memanfaatkan literatur berupa jurnal dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris akademik, kita bisa memulainya dengan fokus kepada abstrak jurnal tersebut sebagai langkah awal. Meskipun hanya ditulis dalam kisaran 250 kata saja, abstrak dipandang sudah cukup lumayan untuk membantu kita dalam mempelajari bahasa Inggris akademik karena disitu terdapat beberapa kosakata akademik.

Mengenai tata bahasanya, abstrak dan keseluruhan isi jurnal tentunya ditulis tanpa sedikitpun kesalahan tata bahasa. Demikian halnya karena jurnal harus melewati beberapa pintu pemeriksaan yang salah satu diantaranya fokus pada pemeriksaan penggunaan tata bahasa. Jurnal yang masih memiliki kesalahan penggunaan tata bahasa akan dikembalikan kepada penulis untuk diperbaiki dan tidak akan diterbitkan jika masih memiliki kesalahan tata bahasa. Dalam beberapa kasus, pihak editor dari penerbit jurnal dapat pula memperbaikinya.

Pilihlah jurnal yang sesuai dengan minat teman-teman. Misalnya, jika teman-teman adalah mahasiswa jurusan Matematika, maka disarankan agar teman-teman mencari jurnal Matematika. Dari jurnal tersebut, diharapkan agar teman-teman dapat mempelajari content (Matematika) dan language (Bahasa Inggris) secara bersamaan. Jadi, selain mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang relevan dengan minat, teman-teman juga bisa mendapatkan ilmu dan pengetahuan tentang penggunaan bahasa Inggris akademik. 

Teman-teman dapat memanfaatkan berbagai macam sumberdaya yang tersedia secara gratis di internet - Google Translate misalnya - untuk membantu teman-teman dalam memahami isi jurnal. Namun mengingat ini adalah latihan atau belajar, diharapkan teman-teman dapat jujur terhadap diri sendiri agar hasil belajar dapat diukur secara lebih objektif - gunakan Google Translate dan sumberdaya lainnya hanya jika teman-teman mengalami kebuntuan dalam menganalisis kalimat dalam abstrak.

Language Learning

Khusus untuk pembelajaran bahasa menggunakan jurnal ilmiah, teman-teman dapat merancang atau menentukan target pembelajaran sendiri. Misalnya dengan fokus pada penggunaan tenses, conjunction, vocabulary, penggunaan past participle, present participle, dan lain sebagainya.

Untuk contoh latihan belajar bahasa Inggris mandiri menggunakan jurnal ilmiah, baca tulisan yang berjudul “Contoh Implementasi Pembelajaran Bahasa Inggris Mandiri Melalui Jurnal Akademik”.

Karakteristik Jurnal yang Layak

Jurnal yang layak untuk digunakan dalam belajar sebaiknya memiliki DOI (digital object identifier). Selain itu, jurnal sebaiknya diterbitkan oleh penerbit yang memiliki reputasi yang baik. Carilah jurnal yang terbit dibawah ‘bendera’ Scopus - standar yang banyak digunakan oleh institusi dari banyak negara di dunia, termasuk Indonesia; Thompson Reuters; atau paling tidak Copernicus.