Resep Melatih Speaking Fluency Secara Mandiri

Ketika ada waktu senggang, pilihlah topi yang anda sukai lalu berbicaralah mengenai topik tersebut. Rekam semua kalimat yang anda ujarkan secara spontan (tanpa teks), lalu dengarkan ulang sembari menilai kemampuan speaking diri anda sendiri.

#1 USB Microphone

Jika alat berikut ini yang anda pilih, maka anda cukup menyambungkan salah satu dari perangkat yang diulas berikut ini ke PC/laptop atau gawai anda, buka aplikasi perekam suara, klik rekam atau record (biasanya berupa simbol lingkaran berwarna merah), lalu mulailah membahas topik yang anda pilih.

RODE NT-USB Mini merupakan sebuah USB microphone yang ideal untuk digunakan dalam praktek speaking kita kali ini karena alat ini dibekali dengan mikrofon yang mampu menangkap suara dengan sangat detail. Posisikan RODE NT-USB Mini diatas meja anda atau pasang pada stand yang memungkinkan RODE NT-USB Mini tersebut berjarak sekitar satu jengkal dari mulut anda.

Sebagai alternatif dari RODE NT-USB Mini, Audio Technica ATR2100x juga dapat anda pertimbangkan.

Audio Technica ATR 2100x juga merupakan sebuah USB microphone yang juga dapat digunakan dengan sambungan analog melalui koneksi kabel XLR. Jika anda ingin menggunakannya sebagai USB Microphone, maka sambungkan Audio Technica ATR 2100x ke PC/laptop atau gawai anda melalui sambungan USB. Jika anda lebih nyaman dengan koneksi analog, anda akan membutuhkan sebuah audio interface atau mixer interface agar Audio Technica ATR 2100x dapat merekam suara anda ke PC/laptop atau gawai anda.

Untuk menggunakannya, berbicaralah dengan jarak kurang lebih 30cm dan posisikan mic ini sedikit kebawah, keatas, atau kesamping - jangan tepat dimulut anda karena Audio Technica ATR2100x kurang mampu meredam plossive - yakni bunyi yang timbul saat anda mengucapkan kata dengan huruf ‘f’,‘p’, ‘s’, ‘v’ serta huruf lainnya yang mengeluarkan udara.

#2 Handy/Field Recorder

Jika anda ingin yang lebih fleksibel, anda dapat menggunakan handy recorder atau field recorder. Dengan perangkat ini, anda tidak pelu lagi menggunakan PC/Laptop atau gawai anda untuk merekam karena handy recorder atau field recorder telah menyediakan slot memory card untuk menyimpan file rekaman dari suara anda. Berikut ini handy recorder serta field recorder rekomendasi Dosen English.

Kita mulai dari yang paling fleksibel dulu.

Pertama, Tascam DR-10l. Fisik dari perangkat ini sangat kecil



Modal Verbs: Definisi, Fungsi, dan Penggunaannya

Modal verbs dalam bahasa Inggris dapat diartikan sebagai kata kerja bantu yang berfungsi untuk menegaskan kemampuan (ability) dan kemungkinan (probability).

Modal Verb
Can Could
May Might
Will Would
Must Shall
Should Ought to

Menyatakan Kemampuan (Ability)

Untuk menyatakan kemampuan (ability), modal verbs yang umum digunakan adalah can dan could. Dalam hal ini, penggunaan can dan could dilihat dari bentuk waktunya - jika kemampuan tersebut ada dimasa lalu, maka gunakan could. Namun jika kemampuan tersebut masih dimiliki hingga sekarang, maka gunakan can.

Menyatakan Kemungkinan (Probability)

Dalam fungsinya untuk menyatakan kemungkinan atau probability, modal verb juga dikenal sebagai 'speculation', 'certainty', atau 'modals of deduction'.

Mengapa Saya Belum Bisa Berbahasa Inggris?

Fakta bahwa bahasa Inggris masih menjadi momok “menyeramkan” bagi sebagian besar pelajar di Indonesia membuat bahasa Inggris menjadi benar-benar sulit dipelajari dan dikuasai. Berikut ini beberapa alasan mengapa berbahasa Inggris terasa sangat sulit.

Jika anda mengalami satu dari beberapa poin berikut, maka segeralah berbenah. Besar kemungkinan hal tersebutlah yang menghambat anda. Percayalah bahwa masalah-masalah mental berikut ini tidak dapat diselesaikan oleh orang lain. Hanya anda yang tahu dan hanya anda yang bisa menyelesaikannya.

Faktor Mentalitas

Apa yang anda alami saat ini - tentu saja yang berkenaan dengan bahasa Inggris - sangat banyak dipengaruhi oleh keadaan mental atau mentalitas anda. Berikut ini faktor-faktor mental yang mungkin selama ini membuat anda belum puas dengan kemampuan bahasa Inggris anda.

#1 Menganggap Kesalahan Sebagai Aib

Bahasa Inggris merupakan bagian dari social science yang jika anda melakukan kesalahan - misalnya kesalahan tata bahasa - maka tidak akan ada pihak yang anda rugikan. Berbeda halnya jika dalam belajar sains murni dimana kesalahan dapat berakibat fatal - dalam dunia medis atau kimia misalnya.

Melakukan kesalahan ketika sedang praktek bahasa Inggris sebenarnya membuktikan bahwa anda memang masih sedang belajar. Namun terkadang hal ini dianggap sebagai aib yang harus dihindari. Melakukan kesalahan tata bahasa dan pelafalan saat masih belajar itu wajar. Sewajar menurunkan kaki saat belajar bersepeda. Juga sewajar bayi yang jatuh saat berlajar berjalan.

Jika anda adalah salah satu orang yang menganggap melakukan kesalahan - terutama kesalahan tata bahasa - sebagai aib, maka anda tidak akan pernah bisa berbahasa Inggris kecuali jika masalah ini telah anda selesaikan. Apakah anda memiliki kerabat yang tidak bisa bersepeda karena takut jatuh? Andapun tidak akan pernah bisa berbahasa Inggris kalau masih takut berbuat kesalahan.

Berdamailah dengan diri anda. Ingat, kesalahan tidak membuktikan bahwa anda orang yang tidak berbakat melainkan hanya membuktikan bahwa anda sedang belajar.

#2 Kurang Yakin dan Percaya Diri

Dalam sebuah buku pengembangan diri berbasis NLP, dijelaskan bahwa di dunia ini tidak ada kesuksesan yang diraih tanpa dasar keyakinan. Dalam hal ini, yakin merupakan salah satu mental sukses dalam belajar - bukan hanya bahasa Inggris saja, tapi semua mata pelajaran atau mata kuliah.

Semasa kuliah dulu, banyak kerabat Dosen English yang sebenarnya tergolong mampu berbahasa Inggris. Namun karena kurang yakin dan percaya diri, kemampuan mereka tidak pernah terekspos hingga akhirnya para dosen menganggap mereka benar-benar tidak bisa. Setelah kelas berakhir, mereka baru berbicara panjang lebar tentang “sebenarnya” yang diikuti “tapi” - “sebenarnya tadi saya bisa menjawab, tapi...”; “sebenarnya tadi saya mau menjawab, tapi...”. Pada akhir semester, mereka yang berani tergolong kurang mampu tetapi memiliki modal yakin dan percaya diri yang tinggi justru mendapatkan nilai yang lebih tinggi karena dinilai berani mencoba oleh para dosen. Tidak hanya sampai disitu, beberapa tahun berselang, mereka yang dinilai kurang mampu tetapi yakin dan percaya diri ini akhirnya benar-benar mampu dan banyak dari mereka yang sukses. Ini fenomena yang nyata! 

#3 Self-Esteem

Self-esteem secara sederhana merupakan penilaian kita terhadap diri kita sendiri - termasuk terhadap kemampuan kita. Self-esteem berbeda dengan sombong atau angkuh. Self-esteem berarti mengukur dan menilai secara objektif - jika tidak mampu maka akui bahwa kita tidak mampu lalu belajar hingga mampu.

Orang-orang yang memiliki self-esteem yang rendah, yakni orang-orang yang kurang menghargai dirinya dan kemampuannya, biasanya terjebak pada keadaan yang stagnan. Biasanya mereka memiliki kemauan yang kuat dalam belajar tetapi selalu terhambat ketika praktek dan berujung pada keheranan.

Pernahkah anda merasa bahwa anda telah belajar lebih banyak dan lebih giat dari kerabat anda tapi teman anda yang sedikit belajar justru mendapatkan hasil yang lebih memuaskan dari anda?

Jika jawabannya “iya”, pernahkah anda mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi saat itu?

Besar kemungkinan, faktor mentalitas andalah penyebabnya. Mungkin anda kurang menghargai diri dan kemampuan anda sehingga saat datang peluang, anda terkesan kurang aktif dalam menyambut peluang tersebut dan lebih memilih untuk menunggu ada orang yang memulai duluan.

Hal tersebut adalah salah satu efek dari self-esteem yang rendah. Anda akan cenderung menyembunyikan kemampuan anda karena anda kurang menghargai karya anda sendiri. Berbeda dengan tidak yakin dan tidak percaya diri yang landasannya berupa keragu-raguan, self-esteem yang rendah berdasar pada tidak menghargai kemampuan diri.

#4 Perfeksionis

Orang-orang dengan tipikal ini, yakni yang baru akan bergerak ketika semuanya telah sempurna atau dianggap sempurna, biasanya juga akan terjebak pada keadaan yang stagnan. Orang yang perfeksionis biasanya berakhir pada kesadaran bahwa mereka telah kehilangan banyak waktu tanpa pernah mencoba.

Dalam speaking misalnya, orang yang perfeksionis tidak akan berbicara atau berargumen kecuali jika tata bahasa, pemilihan kata dan diksi, serta pelafalannya sudah benar. Mereka menghabiskan terlalu banyak waktu untuk berpikir dan memonitor diri mereka sendiri sampai akhirnya mereka kehabisan waktu dan kehilangan peluang.

Dalam writing, mereka tidak akan pernah benar-benar mulai menulis. Jikapun mereka menulis, mereka akan mengulang-ulangi tulisan mereka. Hal tersebut berlangsung secara terus-menerus sampai akhirnya mereka sadar bahwa mereka telah membuang banyak waktu dan energi tanpa ada sedikitpun tulisan yang mereka buat.

Perfeksionis sebenarnya merupakan sebuah mekanisme perlindungan diri. Alam bawah sadar anda tidak ingin anda malu karena kesalahan sehingga ia mendorong anda - melalui perintah kepada alam sadar anda - untuk tidak bergerak kecuali jika semuanya telah sempurna. Namun, menjadi perfeksionis akan sangat merugikan terutama jika sesuatu yang diraih atau dicapai merupakan skill atau kemampuan.

Skill atau kemampuan itu dibangun dari kesalahan demi kesalahan. Hal ini tidak berarti bahwa kita harus melakukan kesalahan. Bukan demikian maksudnya. Lakukan apa yang anda anggap sudah baik dan benar. Jika itu ternyata salah, perbaiki kesalahan-kesalahan tersebut dikemudian hari.

#5 Kurang Mampu Mengenal Diri Sendiri

Meskipun kedengarannya sepele, namun kemampuan kita mengenali diri kita sendiri sebenarnya merupakan faktor mental yang esensial. Banyak pelajar bahasa Inggris yang terlalu sering mencoba cara yang sama dan berujung pada keheranan mengapa mereka belum juga menuai hasil yang mereka harapkan.

Maksud dari kurang mampu mengenal diri sendiri disini lebih condong pada kekurang-mampuan mengenali gaya belajar yang cocok untuk diri kita sendiri. Ketika orang dengan tipikal dominan auditorial memaksakan diri untuk belajar melalui membaca buku, hasilnya tentu ada, hanya saja prosesnya akan sedikit lebih lama.

Mampu mengenali diri sendiri - khususnya kecenderungan gaya belajar - dalam hal ini berfungsi untuk mempercepat proses belajar kepada hasil yang ingin diraih. Cobalah untuk lebih banyak melihat kedalam diri anda sendiri - apakah anda dominan visual, auditorial, ataukah kinaestetik. Setelah anda mengenali kecenderungan gaya belajar anda, maksimalkan cara tersebut.

Saran dari Dosen English, jadilah pelajar yang mandiri. Jangan terlalu terpaku dengan keadaan yang diciptakan orang lain kepada anda. Misalnya guru yang sering memberi anda tugas untuk membaca, sementara anda adalah orang yang lebih senang mendengar. Diluar kelas, maksimalkan belajar melalui Podcast atau Youtube disamping membaca untuk memenuhi tuntutan guru anda tersebut.

Mengenal Blended/Hybrid Learning dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Dalam dunia pendidikan, istilah blended learning atau yang juga dikenal sebaga hybrid learning merujuk kepada penggunaan dua jenis pertemuan dalam pembelajaran - yakni pertemuan tatap muka (face to face meeting) dan metode daring (online meeting). Berikut ini akan diulas tentang blended/hybrid learning yang khusus digunakan dalam pengajaran atau pembelajaran bahasa Inggris.

Pengertian Blended/Hybrid Learning

Noni (2004) dan Abdullah (2018) menjelaskan blended/hybrid learning sebagai penggunaan dua metode - tatap muka dan daring - dalam pembelajaran. Metode tersebut telah banyak digunakan untuk alasan fleksibilitas dalam belajar dan mengajar dan banyak penelitian yang mengungkap keberhasilan pengaplikasian metode ini.

Adapun media yang digunakan dalam pertemuan daring (online) kebanyakan berupa website. Selain itu, terdapat pula media-media lainnya seperti Youtube, Facebook, Twitter, Podcast, hingga WhatsApp.

Pada intinya, dalam mengaplikasikan blended/hybrid learning, pengajar (guru/dosen/instruktur) membagi porsi pertemuan kedalam pertemuan tatap muka dan pertemuan daring (online).

Kajian Literatur Tentang Blended/Hybrid Learning

Noni (2004), dalam penelitian beliau yang mengkaji tentang pengaplikasian blended/hybrid learning dalam pembelajaran Bahasa Inggris, menemukan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam hal kemampuan bahasa Inggris mahasiswa ketika metode blended/hybrid learning diterapkan. Selanjutnya, Abdullah (2018) yang mengkaji tentang peningkatan kecepatan membaca mahasiswa yang menemukan bahwa kecepatan membaca disertai pemahaman dapat ditingkatkan melalui metode hybrid blended learning.


Belajar Bahasa Inggris Menggunakan Google Translate? Efektifkah?

Belajar bahasa Inggris sangat dimungkinkan melalui media apapun - termasuk melalui Google Translate. Berikut ini beberapa cara kreatif dalam belajar bahasa Inggris melalui Google Translate.

Artikel ini ditujukan khusus untuk para pelajar sekolah menengah (SMP & SMA), mahasiswa jurusan non-bahasa Inggris serta mahasiswa jurusan bahasa Inggris tahun pertama dan kedua.

Google Translate: Grammar

Jika maksud dari ‘belajar bahasa Inggris’ dalam hal ini hanya terbatas pada grammar, maka Google Translate sangat menjanjikan.

Untuk caranya, teman-teman bisa mentranslate kalimat atau paragraf seperti biasa lalu kemudian fokus pada hasil terjemahan tersebut dan perhatikan penggunaan subjek dan predikatnya.

Mengapa fokus pada subject dan predikat? Karena kedua bagian tersebut biasanya mengecoh pada soal-soal bahasa Inggris.

Dalam TOEFL misalnya, terdapat materi yang dikenal dengan istilah ‘subject and verb agreement’. Ini menandakan bahwa kesesuaian antara subject dengan predikat sangatlah penting.

Yang kedua, materi tentang subject dan predikat menjadi penting untuk dibiasakan adalah karena syarat susunan kata, entah itu pendek maupun panjang, dikatakan sebagai kalimat apabila mengandung subjek dan predikat. Perhatikan susunan kata berikut.

  • My going to school in summer at the beginning of this year when something serious happened.
  • That the Coronavirus is so dangerous proven by world statistics regarding death data caused by this virus.

Bisakah teman-teman menganalisis mana subject dan mana predikat dari dua contoh susunan kata diatas?

Jika ada dari pelajar bahasa Inggris sekalian yang menjawab ‘tidak satupun dari susunan kata diatas’ yang mengandung predikat, maka itulah jawaban yang benar. Ya! Kedua baris susunan kata diatas hanya merupakan subjek kalimat saja yang tidak memiliki predikat. Sudah tahu pentingnya kemampuan menganalisis ‘subjek dan predikat’?

Google Translate: Listening

Untuk listening, Google Translate juga mumpuni alias sangat bisa diandalkan. Google Translate memiliki fitur yang memungkinkan kita untuk mendengarkan draft yang ingin diterjemahkan beserta hasil terjemahannya.

Latihan mendengar melalui Google Translate sangat disarankan karena meskipun hanya berupa robot, tetapi penutur di Google Translate adalah native speaker of English atau penutur asli bahasa Inggris. Hal ini dapat membiasakan alat pendengaran kita dan memperkaya input auditorial kita.

Google Translate: Pronunciation

Hal ini tentu saja dapat sangat menguntungkan kita yang ingin mengetahui bagaimana kata dilafalkan. Sekali lagi, suara orang yang anda dengarkan di Google Translate merupakan penutur asli bahasa Inggris. Pada klik pertama, ia akan melafalkan kata yang anda inginkan dengan tempo atau kecepatan standar. Pada klik kedua, kata tersebut akan dilafalkan secara lebih lambat.

Setelah anda merasa telah mampu menangkap pelafalan kata yang ingin anda tahu melalui Google Translate, cobalah sesering mungkin untuk mengulanginya dengan bersuara. Selain itu, jangan lupa untuk menggunakannya seseirng mungkin karena semakin sering anda menggunakan sebuah kata atau ekspresi, maka semakin besar pula kata atau ekspresi tersebut ‘hinggap’ dalam ingatan anda. Hal tersebut dikenal dengan istilah ‘intake’ dan telah dibahas pada artikel lain dalam web ini.

Apa Perbedaan Penggunaan Simple Past dengan Present Perfect?

Jika teman-teman berada pada halaman ini, maka teman-teman tentu ingin mendalami materi tentang tenses. Kali ini Dosen English akan mencoba mengulas perbedaan penggunaan simple past dengan present perfect.

Perbedaan Simple Past Tense dengan Present Perfect Tense - Dosen English
Jenis Kalimat Simple Past Makna Present Perfect Makna
Verbal I knew Andi for 2 years Saya sudah tidak mengetahui keberadaan Andi I have known Andi for 2 years Hingga sekarang, saya masih mengetahui tentang Andi
Nominal She was an English teacher Wanita tersebut bukan lagi guru bahasa Inggris (mungkin sudah pensiun) She has been an English teacher for 2 years Sekarang masih menjadi guru bahasa Inggris

Catatan: Kolom “makna” pada tabel diatas tidak merujuk pada arti kalimat melainkan merujuk pada makna dari kalimat tersebut.

Pada contoh dalam tabel diatas, terlihat bagaimana simple past benar-benar berbeda dengan present perfect. Meskipun kelihatannya serupa, tetapi perbedaannya sangat jelas terlihat.

Sekarang, mari kita review secara singkat kedua tenses yang kita bandingkan dalam artikel ini.

Review Singkat: Simple Past Tense

Simple past tense digunakan untuk menceritakan atau menginformasikan kejadian yang telah terjadi di masa lalu secara “sederhana”. Ciri dari simple past tense adalah jika ia berupa kalimat verbal, maka menggunakan past verb sebagai predikatnya - contohnya “I ate pizza last week”. Sedangkan jika ia berupa kalimat nominal, maka digunakan to be bentuk past sebagai pengganti predikatnya - contohnya “I was a student”.

Review Singkat: Present Perfect Tense

Present perfect tense digunakan untuk menceritakan atau menginformasikan kejadian yang ‘telah dimulai pada masa lalu’ dan kini telah selesai dilakukan - misalnya “She has written the letter” yang kemungkinan artinya adalah wanita tersebut telah memulai menulis surat tadi pagi, siang tadi dia masih menulis surat, dan surat tersebut selesai ditulis pada sore hari. Pada malam harinya, anda menemui seseorang dan bertanya tentang surat. Seseorang yang anda temui tersebut kemudian menjawab “She has written the letter”.

Dalam buku tata bahasa Inggris, present perfect di sebut sebagai jenis tense yang digunakan untuk menceritakan kejadian yang baru-baru ini terjadi atau yang baru saja terjadi - misalnya “I have eaten pizza” yang berarti bahwa kegiatan makan pizza telah dimulai beberapa menit atau jam yang lalu tapi rasa kenyangnya masih terasa hingga sekarang.

Kedua contoh diatas - “She has written the letter” dan “have eaten pizza” merupakan contoh kalimat verbal dari present perfect tense.

Contoh kalimat nominalnya misalnya “He has been a lecturer for 3 years now”.

Untuk lebih lengkapnya, baca artikel Dosen English yang khusus mengulas tentang simple present tense dan present perfect tense.

Contoh Karangan Past Tense SD, SMP, dan SMA

Berikut ini diberikan contoh karangan untuk tugas mata pelajaran bahasa Inggris tentang penggunaan past tense masing-masing untuk tingkat SD, SMP, dan SMA. Disertakan juga penjelasan untuk masing-masing contoh tulisan agar teman-teman sekalian dapat memahami materi dan penggunaan past tense.

Contoh-contoh karangan yang ditulis dalam bentuk past tense dengan tema “Pembelajaran Saat Pandemi Covid-19” berikut ini dimaksudkan untuk menjelaskan bagaimana cara membuat kalimat dengan past tense, bukan untuk jiplak untuk tujuan pekerjaan rumah dan tugas lainnya.

Pengertian dan Fungsi Past Tense

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa past tense merupakan jenis kalimat yang menggunakan kata kerja bentuk kedua (past verb) sebagai predikatnya. Fungsinya adalah untuk menceritakan peristiwa yang telah terjadi dengan bahasa sederhana.

Tips Membuat Kalimat Past Tense

Pada contoh-contoh berikut ini, semua kata yang dicetak tebal diatas merupakan kata kerja lampau (past verb) yang berfungsi sebagai predikat kalimat. Berdasarkan aturan tata bahasa Inggris, untuk menceritakan peristiwa yang telah terjadi, kita harus mengubah predikat kalimat kedalam past verb - contohnya ‘learn’ menjadi ‘learned’ dan ‘is’ menjadi ‘was’.

Meskipun demikian, tidak semua kata berbentuk verb harus diubah melainkan hanya predikatnya saja. Perhatikan contoh berikut.

  • I go to school to learn English and to submit my assignments.

Pada contoh diatas, terdapat 3 kata kerja (verb) - yakni ‘go’, ‘learn’, dan ‘submit’ - namun kalimat tersebut hanya memiliki satu predikat. Jika kalimat diatas diubah kedalam bentuk past tense, maka kalimat tersebut menjadi:

  • I went to school to learn English and to submit my assignments.

Mengapa kata kerja (verb) learn dan submit tidak disebut predikat meskipun keduanya adalah kata kerja? Jawabannya adalah karena pada contoh diatas, learn dan submit merupakan alasan. Jika dijelaskan kedalam bahasa Indonesia, kalimat tersebut akan menjadi “Saya pergi ke sekolah untuk belajar bahasa Inggris dan untuk mengumpulkan tugas-tugas”. Dalam hal ini, jelas bahwa learn (belajar) dan submit (mengumpulkan) adalah alasan dari predikat go (pergi).

Setelah mengetahui pengertian, ciri, dan fungsi past tense, mari kita simak beberapa contohnya.

Contoh Karangan Past Tense Level SD

During Covid-19 quarantine, I and all my friends could only study at home. There was no choice left beside keeping ourselves safe from Coronavirus by staying at home. We learned like usual but the learning was conducted from home in front of computer or laptop or handphone. My mother helped and assisted me in learning everyday. When my teachers gave me homework, my mother helped me finishing all the homework.

During quarantine at home, what I usually did were just reading books and attending the classroom through Zoom Meeting or Google Meet, and played badminton in my backyard with my cousins. After learning, I sometimes helped my mom in the kitchen then watched TV. After that, I sometimes took a bath, took a nap, then played at home with my cousins. At night I sometimes slept earlier because I had to attend online class tomorrow morning except at saturday night. My classes were from Sunday to Saturday. 

It was so sad because I could not play with all my friends during the quarantine. I was also so sad because I could not learn in my lovely classroom at school. But this situation made me have a lot of time with all my family members.

Contoh Karangan Past Tense Level SMP

Covid-19 caused me and all my friends to study at home. The government instructed that there should no any face to face meeting allowed during Covid-19 pandemic. We were all ordered to stay at home because it could be dangerous to be outside. Therefore, I had no classroom except online classroom conducted via Zoom Meeting or Google Meet. I was not the only one. All schools from other countries were also the victims of this pandemic. 

During the quarantine, I completed everything at home. I learned all school subjects at home through online meeting. Sometimes I just played in my backyard with my cousins. My parents did not allow me to go outside.

In the morning, I woke up at 5 then took morning prayers with all my family members. After that, I read some chapters then I prepared myself for online school. In the afternoon, I sometimes played badminton in the backyard. After that, I took a bath then prepared myself for tommorrow classroom. Those were things I usually did during quarantine.

Contoh Karangan Past Tense Level SMA

Since Covid-19 attacked the world, all people, not only Indonesians but also people from all over the world, were ordered to stay at home. Everything should be done at home - working, learning, praying, and everything.

During the quarantine, I studied, from monday to saturday at home through websites and applications or softwares as required by my school. At first, it was so strange that we all could not meet our teachers at school like usual. But it was the fact that we should face - no any physical contact, no gathering, and no crowd.

When the government announced thing called ‘new normal’, people were allowed to go outside their home but schools and universities were still closed for teaching and learning process. In that kind of situation, I completed every tasks and homework at home. In completing my tasks and homework, I was usually helped by my brother and sister.

As usual, I woke up at 5 o’clock in the morning and then doing morning prayers. After that, I prepared myself for the online class. Although all the classes were conducted at home, but I had to wear my school uniform. That was the rule issued by my headmaster.

All classes took place like usual. At noon, I sometimes helped my mother in the kitchen and sometimes I washed my dad’s car. After helping my parents doing some things at home, I sometimes read some books or watched TV. At night, I repeated the lessons I learned. After that, I usually went to bed to take rest.

Sumber-sumber Belajar Bahasa Inggris Akademik

Berikut ini dibahas beberapa sumber belajar bahasa Inggris akademik.

Sumber-sumber Belajar Bahasa Inggris

Internet menyediakan banyak sekali sumber belajar bahasa inggris. Namun tidak semua sumber dapat dikatakan qualified untuk digunakan sebagai sumber belajar. Berikut ini daftar sumber belajar yang disarankan Dosen English.

#1 Membaca Jurnal Ilmiah

Jurnal ilmiah merupakan karya tulis yang ditulis dengan bahasa Inggris akademik dengan tata bahasa yang kecil kemungkinan mengandung kesalahan. Mengapa demikian? Karena penerbitan jurnal harus melewati sekurang-kurangnya 3 pintu - peer review, reviewer, dan editor review. Cara ini telah dibahas pada artikel yang berjudul Belajar Bahasa Inggris Akademik Melalui Jurnal Ilmiah.

#2 Skripsi, Tesis, dan Disertasi

Di zaman teknologi seperti sekarang ini, kita dimungkinkan untuk mendapatkan salinan skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis dalam bahasa Inggris dari kampus-kampus ternama. Teman-teman bisa memanfaatkan Google untuk mencari daftar kampus yang menyediakan salinan skripsi, tesis, dan disertasi secara cuma-cuma dan mengambil beberapa judul yang kira-kira sesuai dengan minat teman-teman.

#3 Membaca eBook

eBook atau electronic book (buku elektronik) merupakan opsi kedua yang disarankan Dosen English. Belajar melalui eBook memang sedikit membutuhkan trik yang bersifat teknis karena banyak eBook yang tidak diterbitkan khusus untuk pelajar bahasa Inggris - kecuali eBook tentang bahasa Inggris tentunya. Meskipun demikian, kita tetap dapat belajar melalui eBook.

Carilah eBook dengan tema atau topik yang teman-teman sukai. Di Internet, terdapat banyak sekali penyedia eBook secara gratis. Dosen English tidak akan memberikan alamat web-nya disini karena alasan etika. Jika teman-teman berminat, silahkan hubungi Dosen English.

#4 Browsing Website

Website juga merupakan media yang baik untuk digunakan dalam belajar bahasa Inggris akademik. Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua website menyajikan konten-konten akademik. Teman-teman perlu mengetahui kriteria atau ciri-ciri website yang menyajikan konten akademik. Untuk lebih mudahnya, silahkan browsing website resmi kampus-kampus di Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, Selandia Baru atau kampus-kampus dari negara-negara berbahasa Inggris lainnya.

Penting: Tips Memilih Bacaan

Membaca apa saja itu lebih bagus dibanding tidak membaca sama sekali. Namun, membaca perlu trik teknis - yakni memilih bacaan yang levelnya sedikit diatas level kita. Bagaimana cara menentukannya? Baca keseluruhan teks dan ukurlah seberapa banyak poin yang bisa teman-teman pahami. Jika berada pada kisaran 70%, maka itu merupakan bacaan yang pas untuk teman-teman.

Jika teman-teman mampu memahami keseluruhan isi bacaan, maka bisa kita simpulkan bahwa hampir tidak ada proses belajar disitu. Sekali lagi, pilihlah bacaan yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. 


Tingkat/Derajat “Keseringan” dari Adverb of Frequency

Berikut ini dijelaskan derajat atau tingkat keseringan dari adverb of frequency. Adverb of frequency sendiri digunakan untuk menjelaskan seberapa seringnya sesuatu dilakukan.

Urutan teratas merupakan adverb katau kata keterangan yang frekuensinya paling tinggi atau paling sering. Sementara urutan terbawah merupakan adverb yang frekuensinya tidak pernah sama sekali.

Adverb of Frequency - Dosen English
Always Selalu
Constantly Selalu
Nearly always Hampir selalu
Almost always Hampir selalu
Usually Biasanya
Generally Umumnya
Normally Normalnya (biasanya)
Regularly Secara teratur
Often Sering
Frequently Sering
Sometimes Kadang-kadang
Periodically Secara berkala
Occasionally Pada setiap kesempatan
Now and then Sekarang dan nanti
Once in a wahile Sesekali
Rarely Jarang
Seldom Jarang
Infrequently Jarang
Hardly ever Hampir tidak pernah
Scarcely ever Jarang sekali
Almost never Nyaris tidak pernah
Never Tidak pernah

Letak Adverb of Frequency

Adverb of frequency dapat diletakkan pada awal kalimat, setelah subjek kalimat, dan dapat pula diletakkan pada akhir kalimat - tergantung dari adverb frequency yang digunakan.

Contoh Adverb of Frequency pada Awal Kalimat

Adverb of frequency biasanya letakkan diawal kalimat dalam kalimat perintah (command).

  • Always keep youself safe
  • Always arrive early for examination

Untuk tambahan, dua contoh kalimat berikut diambil dari baris sebuah lagu dari band asal Amerika Serikat, Green Day.

  • Sometimes I give myself the creep
  • Sometimes my mind plays tricks on me

Contoh Adverb of Frequency setelah Subject

  • I usually read a book in the morning and at night
  • I sometimes watch TV at night
  • I never play online game because I do not like it

Contoh Adverb of Frequency pada Akhir Kalimat

  • She likes reading book sometimes
  • He goes out occasionally


Present Participle vs Gerunds

Present participle dan gerunds merupakan dua hal yang sama secara struktur penulisan namun berbeda dalam hal fungsi. Present participle dapat menjadi kata sifat serta dapat pula menjadi kata kerja khususnya dalam kalimat dengan aspect continuous/progressive dan perfect continuous. Lain halnya dengan gerunds yang secara fungsi merupakan kata benda.

Present Participle

Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya bahwa present participle dapat mengisi posisi kata sifat dan kata kerja. Ketika present participle menjadi kata sifat, maka present participle haruslah diikuti oleh noun (kata benda) yang disifatinya. Sementara dalam posisinya sebagai kata kerja, present participle dapat muncul didalam kalimat dengan aspect progressive/continuous serta aspect perfect continuous. Jika dalam aspect continuous/progressive, present participle memberi arti “sedang” dengan makna peristiwa atau kegiatan yang dimaksud “masih sedang berlangsung” atau “masih dalam proses”.

Gerunds

Gerunds, secara sederhana, dapat diartikan sebagai kata kerja yang dibendakan. Maksudnya, gerunds seyogianya merupakan sebgah kata kerja namun ia berfungsi sebagai kata benda. Bentuknya sama persis dengan present participle - yakni kata kerja dasar diikuti oleh -ing.

Mengingat gerund - secara struktural - berfungsi sebagai kata kerja, maka gerund dapat mengisi posisi subjek dan objek dalam kalimat.

Contoh Present Participle & Gerund

Berikut ini merupakan contoh penggunaan present participle dan gerund. Diharapkan teman-teman sekalian dapat memahami perbedaan diantara keduanya dari tabel berikut ini.

Present Participle
Gerund
Sebagai Kata Sifat
Sebagai Verb
That waiting room is my favourite place to wait I am waiting my lecturer Waiting is the thing I mostly hate
I have read that interesting book I am reading a book Reading is my hobby
My uncle is the pilot of that flying plane My uncle is flying a plane now My uncle quit flying a plane because he got a new job
No running water in this area The water is running to this area Running is dangerous at night
Walking dead is unreal She is now walking to the classroom Walking 30 minutes in the morning is recommended by medical officer

Penjelasan Sintaksis

Berikut ini penjelasan sintaksis dari contoh pertama pada tabel diatas. Perlu teman-teman ketahui bahwa susunan kata dapat dikatakan sebagai kalimat jika setidak-tidaknya mengandung subjek dan predikat. Dengan kata lain, kalimat adalah susunan kata yang setidak-tidaknya mengandung subjek dan predikat.

Present Participle sebagai Adjective

Perhatikan pada baris "present participle sebagai kata sifat" pada tabel diatas. Kata yang dicetak tebal berwarna hitam adalah contoh dari present participle sebagai kata sifat (adjective) sementara kata yang dicetak tebal berwarna merah merupakan kata benda (noun) yang disifati atau yang dijelaskan oleh kata sifat (adjective) tersebut.

Pada contoh pertama diatas, 'waiting' berfungsi sebagai kata sifat (adjective) yang menjelaskan kata benda (noun) 'room' - yang berarti 'ruang tunggu'. Salah satu ciri dari kata sifat adalah tidak dapat berdiri sendiri. Untuk menguji apakah 'waiting' merupakan adjective atau bukan, silahkan hilangkan noun-nya (dalam hal ini 'room'). Maka kita dapatkan kalimat 'the waiting is my favourite place to wait'. Kalimat tersebut menjadi tidak bermakna karena tidak memiliki subjek. Dengan kata lain, susunan kata tersebut belum memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai sebuah kalimat.

Catatan: kalimat 'the waiting is my favourite place to wait' bisa benar secara struktural jika 'the waiting' dalam hal ini merupakan nama sebuah tempat atau lokasi - misalnya "kedai kopi the waiting", "cafe the waiting", atau nama tempat lainnya. Jika demikian, maka 'the waiting' dalam hal ini merupakan sebuah noun (kata benda) yang berposisi sebagai subjek sementara 'is' merupakan predikatnya.

Sekarang, mari kita coba hilangkan adjective-nya. Kita dapatkan 'that room is my favourite place to wait'. Kalimat ini benar secara struktural karena telah memiliki subjek yang berupa kata benda (that room) dan predikat berupa 'to be' (is). secara sintaksis, kita dapatkan 'waiting room' sebagai subjek dan 'is' sebagai predikat. sampai disini, susunan kata pada contoh tersebut telah memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai sebuah kalimat.

Present Participle sebagai Verb

Pada contoh present participle sebagai kata kerja, dapat dijabarkan secara sintaksis 'I' sebagai subjek kalimat dan 'am waiting' sebagai predikatnya. Sampai disini, susunan kata pada contoh tersebut telah memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai sebuah kalimat.

Present Participle sebagai gerund

Berbeda halnya dengan penjelasan pada contoh gerund - seperti yang terlihat pada tabel diatas, 'waiting' dapat berdiri sendiri karena sejatinya ia bukan merupakan kata sifat maupun kata kerja melainkan berfungsi sebagai kata benda. Jika kita jabarkan kedalam sintaksis kalimat, maka kita peroleh 'waiting' sebagai subjek kalimat dan 'is' sebagai predikat. sampai disini, susunan kata pada contoh tersebut telah memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai sebuah kalimat.

Belajar Bahasa Inggris Melalui Film?

Banyak yang menyarankan bahwa cara terbaik untuk belajar atau menguasai bahasa Inggris adalah dengan banyak-banyak menonton film. Mengapa Dosen English kurang sependapat?

Film berbahasa Inggris yang adegan-adegannya dilakoni oleh penutur asli bahasa Inggris memang sangat menjanjikan untuk dijadikan sebagai media untuk belajar bahasa Inggris. Namun, terdapat beberapa alasan (yang bersifat sangat subjektif) yang membuat belajar melalui film tidak dianjurkan (sekali lagi, ini adalah pendapat yang sangat subjektif).

Kebanyakan Menggunakan Bahasa Informal

Dalam kebanyakan film, bahasa Inggris yang digunakan adalah bahasa informal atau bahasa sehari-hari. Hal ini bagus karena kita sangat berpotensi untuk mendapatkan banyak input - yang berdasarkan artikel sebelumnya - dikatakan sangat dibutuhkan oleh pelajar bahasa Inggris.

Di Indonesia, bahasa Inggris yang diakui sebagai bahasa Inggris yang bagus dan berkelas adalah bahasa Inggris yang benar secara tata bahasa dan berterima secara pragmatis. Dalam film, anda akan menjumpai bahasa Inggris sehari-hari yang tentu tidak akan diterima oleh guru atu dosen anda. Berikut beberapa contoh ungkapan bahasa Inggris sehari-hari yang biasanya digunakan dalam film.

Informal vs Formal English - Dosen English
Informal Asal Kata Formal
I wanna learn English Want to I want to learn English
You get outta here Out of You get out of here
I give ‘em books Them I give them books
You gotta be careful Have got to You have got to be careful
You gotta driving license Have got a You have got a driving license

Kecepatan Berbicara

Untuk melatih kepekaan pendengaran kita terhadap input suara dalam bahasa Inggris, menonton film adalah media yang tepat. Namun, bagi orang Indonesia, tetap saja kecepatan berbicara aktris dan aktor dalam film terlalu cepat untuk kita cerna. Demikian halnya karena terjadi proses yang rumit didalam otak kita saat kita menerima input - kita dituntut untuk mampu menangkap input bahasa Inggris yang diujarkan aktris dan aktor dan disaat yang sama, kita juga harus men-translate kalimat-kalimat tersebut kedalam bahasa Indonesia terlebih dahulu, lalu di-translate lagi kedalam bahasa yang sehari-hari kita (bahasa daerah masing-masing).

Hal tersebut tentu saja akan membuat otak kita kewalahan dalam memproses input yang masuk. Hasilnya, alih-alih mendapatkan input, pada akhir film, kita baru sadar bahwa kita bahkan tidak belajar sama sekali dari film yang kita tonton.

Metode ini tidak dianjurkan untuk pelajar pemula. Jika anda telah berada pada level lower-advance, mungkin cara ini (belajar bahasa Inggris melalui film) bisa menjadi tantangan baru yang patut anda coba.

Kesimpulan

Belajar bahasa Inggris melalui film tentu saja bagus. Namun, perlu diperhatikan bahwa input yang tidak atua kurang sesuai dengan level kita hanya akan membuat proses pembelajaran terasa menjadi semakin sulit. Jika hal ini berlangsung secara terus-menerus, dikhawatirkan teman-teman akan menganggap bahasa Inggris sebagai mata pelajaran yang sulit karena anda merasa telah banyak menghabiskan waktu untuk belajar, namun anda tak kunjung mampu mempraktekkan hasil belajar anda.

Berdasarkan teori akuisisi dan pembelajaran bahasa Inggris, Stephen D. Krashen menyarankan pembelajaran yang menantang. Maksud dari menantang disini adalah menerima input atau masukan dengan model yang dikenal dengan istilah “i+1” yang berarti bahwa pelajar dapat dikatakan belajar ketika ia mempelajari materi satu tingkat diatas level mereka saat itu.

Jika teman-teman memaksakan diri untuk mempelajari sesuatu yang levelnya jauh diatas level teman-teman, maka sudah barang tentu materi tersebut akan terasa sangat sulit dipahami. Namun jika teman-teman sudah memahami dasar-dasar bahasa Inggris, belajar bahasa Inggris melalui film sangat disarankan karena hal tersebut kaya, bahkan sangat kaya, akan input.

Nominal Sentence dan Verbal Sentence Bahasa Inggris

Kalimat nominal dan kalimat verbal adalah dua jenis kalimat yang berbeda. Disini, Dosen English akan mengulas tentang keduanya.

Kalimat Nominal

Kalimat nominal, secara sederhana, merupakan jenis kalimat yang predikatnya bukan berupa kata kerja (verb). Mengingat syarat susunan kata dapat dikatakan sebagai kalimat, maka predikat dalam kalimat nominal diisi oleh kata bantu yang diambil dari be. Berikut beberapa contohnya.

Contoh Kalimat Nominal - Dosen English
Nominal Sentence Arti
I am a student Saya adalah seorang pelajar
You are handsome Kamu tampan
She is beautiful Dia cantik
It is English grammar book Ini adalah buku tata bahasa Inggris
They were hereMereka (tadi) disini
I will be okay Saya akan baik-baik saja

Perlu diketahui bahwa dalam nominal sentence, to be yang digunakan dapat berbentuk past, present, dan juga future tense. Jika dalam bentuk past, maka was atau were digunakan - tergantung subjek kalimatnya. Jika dalam bentuk present, maka am, are, atau is yang digunakan - juga tergantung subjek kalimatnya. Sementara jika dalam bentuk future, maka will be digunakan untuk semua subjek.

Kalimat Verbal

Sesuai istilahnya, kalimat verbal berarti kalimat yang predikatnya berupa kata kerja (verb). Berikut beberapa contohnya.

Contoh Kalimat Verbal - Dosen English
Verbal Sentence Arti
I learn English Saya belajar bahasa Inggris
She learns Indonesian Dia belajar bahasa Indonesia
She carries the bookDia membawa buku tersebut
He is riding motorcycle Dia sedang mengendarai motor
They were learning Indonesian Mereka (dulu) sedang belajar bahasa Indonesia
He will be learning Indonesian Dia akan sedang belajar bahasa Indonesia

Kalimat verbal juga dapat muncul dalam bentuk past, present, dan juga future. Jika kalimat verbal muncul dalam bentuk past, maka digunakan past verb atau yang biasa disebut dengan istilah “verb 2” atau “V2”; jika kalimat verbal muncul dalam bentuk present, maka digunakan bare infinitive atau verb tanpa to yang bentuknya tergantung subjeknya - jika subjeknya orang pertama dan orang kedua, maka kita bisa menggunakan bare infinitive apapun yang diberi kode (“v”- singkatan dari verb) didalam kamus namun jika subjeknya berupa orang ketiga tunggal (he, she, atau it), maka bare infinitive-nya harus ditambahkan akhiran ‘-s’ atau ‘-es’ (perhatikan contoh pada baris ke-2 dan ke-3). Jika berbentuk future, maka digunakan will yang diikuti oleh bare infinitive atau will be yang diikuti oleh present participle (verb -ing).

Mengenal Non-Continuous Verb

Didalam bahasa Inggris, dikenal istilah non-continuous verb - yakni jenis verb atau kata kerja yang tidak dapat muncul dalam bentuk progressive atau continuous.

Seperti yang telah kita ketahui bersama, terdapat jenis kalimat dengan bentuk continuous. Keempat jenis kalimat tersebut adalah past continuous, present continuous, dan future continuous. Berikut ulasan singkat masing-masing bentuk continuous tersebut.

Continuous Verb: Past Continuous

Past continuous digunakan untuk menceritakan kejadian atau peristiwa yang masih sedang berlangsung atau masih sedang dalam proses dimasa lalu saat peristiwa/kegiatan/aktivitas lainnya terjadi. Dalam menjelaskan tense ini, biasanya anda akan menemukan tense ini disandingkan dengan simple past tense dalam banyak buku grammar. Beberapa contoh dari tense past continuous adalah sebagai berikut.

  • I was sleeping when you phoned me last night
  • I came to his house when he was watching TV
Kata tercetak tebal-miring diatas adalah contoh dari tense past continuous - kegiatan/peristiwa/aktivitas yang sedang berlangsung di masa lalu saat sesuatu yang lain terjadi.

Continuous Verb: Present Continuous

Demikian halnya dengan present continuous. Definis aspect continuousnya sama persis, bedanya, tense ini terjadi pada konteks waktu sekarang (present). Katakanlah 1 menit yang lalu anda mulai membaca artikel ini dan saat ini (detik ini juga) anda masih membacanya, maka penggunaan aspek present continuous telah memenuhi syarat untuk anda gunakan. Berikut contoh bahasa Inggrisnya.

  • I am writing an article for readers of Dosen English

Continuous Verb: Future Continuous

Definisi untuk aspect continuous tetap berlaku pada tense future continuous. Bedanya, lagi-lagi pada waktunya. Jika past penekananya pada masa lalu, present pada masa sekarang, future pada masa depan atau masa yang akan datang (belum terjadi). Jadi, future continuous digunakan untuk menceritakan peristiwa/kejadian/kegiatan yang “akan sedang” terjadi dimasa depan.

Untuk contohnya, katakanlah besok anda berkomitmen untuk membaca artikel Dosen English pada pukul 9 malam. Maka bisa dikatakan bahwa “besok pukul 9.01 anda akan sedang membaca artikel Dosen English”. Berikut contohnya dalam bahasa Inggris.

  • I will be reading article on www.dosenenglish.my.id tomorrow

Sekarang kita masuk pada inti pembahasan tentang non-continuous verb.

Non-Continuous Verb

Setelah memahami tentang continuous verb, maka secara sederhana, non-continuous verb merupakan kebalikan dari continuous verb. Beberapa 

Jika continuous verb merujuk pada kelompok kata kerja yang dapat diubah kedalam bentuk continuous (dengan formula: to be + present participle), maka tidak demikian halnya dengan non-continuous verb. Pengelompokan kata kerja yang didak bisa di-continuous-kan antara lain:

Emotion Verbs - Kata Kerja (yang berkaitan dengan) Emosi

Emotion verb secara sederhana merujuk pada jenis kata kerja yang menyatakan emosi atau perasaan seperti to like, to dislike, to love, to hate, to fear, to mind, dan sebagainya.

Abstract Verbs - Kata Kerja Abstrak

Abstract verb merujuk pada jenis atau kelompk kata kerja yang bersifat abstrak atau tidak nyata atau tidak kongkrit seperti to be, to want, to cost, to seem, to need, to care, to contain, to owe, to exist, dan lain sebagainya.

Possession Verbs - Kata Kerja Kepemilikan

Kelompok kata kerja ini merujuk pada kata kerja yang berkenaan dengan kepemilikan seperti to possess, to own, to belong, dan lain sebagainya.

Setelah memahami makna dari non-continuous verb, maka berdasarkan definisi dan ciri-ciri non-continuous verb, kita tidak bisa menuliskan kalimat dengan pola to be + present participle untuk kelompok kata kerja tersebut diatas (non-continuous verb), misalnya.

  • I am liking learning English
  • I am loving learning English
  • Dan sebagainya

Contoh kalimat diatas dianggap salah secara grammatikal dan secara kontekstual karena seseorang dianggap tidak bisa “sedang menyukai”, “sedang menginginkan”, atau “sedang memiliki” sesuatu.

Perlu diingat bahwa jika hal tersebut bisa terjadi didalam budaya Indonesia, maka tidak dalam budaya negara-negara berbahasa Inggris.

Kasus Khusus

Apa yang terjadi saat anda “sedang menyukai” sebenarnya hanyalah sebatas “suka” saja - tanpa sedang mengingat “sedang” dalam hal ini bermakna “sedang dalam proses”. Jikapun terdapat kalimat dengan pola continuous dimana present participle-nya diambil dari daftar kata kerja non-continuous, maka makna dari kalimat tersebut bukanlah bermakna “sedang dalam proses” seperti yang telah dijelaskan dalam pembahasan tentang aspect continuous. Misalnya:

Contoh Makna
I’m loving it Suka atau cinta dalam hal ini bersifat sementara waktu. Besok bisa jadi tidak suka atau tidak cinta lagi lau besoknya suka atau cinta lagi.